Text
Semesta Anasera
Sejak kecil, Anasera tumbuh dengan kehilangan yang tak pernah ia pilih. Ibunya, yang sempat mewarnai masa-masa awal hidupnya, pergi terlalu cepat, meninggalkannya dengan kenangan yang perlahan memudar seiring waktu. Ayahnya, meski masih ada, lebih sering menjadi sosok yang jauh dan sulit digapai.
Anasera hanya menggantungkan harapannya pada Abim-kakak laki-laki yang pernah berjanji akan selalu ada, sebelum akhirnya pergi meninggalkannya sendirian. Di tengah ruang-ruang kosong yang makin melebar, hanya Nenek yang tetap tinggal, menjadi satu-satunya tempat ia pulang.
Meski terbiasa dengan kehilangan, Anasera masih menyimpan sisa-sisa harapan yang rapuh. Jika ia tak pernah beruntung soal ibu, setidaknya ia ingin merasa cukup melalui kasih dan waktu ayahnya. Anasera tak menuntut banyak, hanya ingin tahu bagaimana rasanya dicintai tanpa harus merasa takut akan ditinggalkan. Dalam rumah yang dipenuhi sisa peninggalan sang ibu, Anasera belajar merangkai makna keluarga dari serpihan kenangan, meski tahu, ada bagian dari hatinya yang mungkin tak akan pernah utuh lagi.
| 2506642 | 899.221 3 HIN s | My Library (800) | Tersedia |
| 2506839 | 899.221 3 HIN s | My Library (800) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain